Pemanfaatan Teknologi Informasi Untuk Pemberdayaan Masyarakat (Bagian 1)

petani padi  

Gambar 1. Pertanian dan Perikanan Indonesia

Fakta Ekonomi Masyarakat Indonesia

Menurut data sensus penduduk tahun 2008, sekitar 56 persen penduduk Indonesia tinggal di pedesaan dan sebagian besar penduduk desa adalah miskin dan terbelakang. Dari sekitar 37 juta rakyat Indonesia yang miskin, sebanyak 63,58 persen diantaranya adalah orangdesa dan 70 persennya adalah petani. Dalam dua dekade terakhir, posisi desa sebagai kantong kemiskinan utama tidak pernah beringsut.

Data terbaru dari Kompas Cetak tanggan 26 April 2010 menyatakan bahwa petani semakin miskin karena pendapatan tidak meningkat walaupun produksi terus naik. Kegiatan ekonomi hanya dititikberatkan pada peningkatan produksi pangan, namun lupa pada kegiatan yang memiliki nilai tambah besar seperti perdagangan, pengadaan sarana produksi pertanian, serta kegiatan pengolahan hasil dan perdagangan produk pertanian. Kegiatan ini justru diserahkan kepada pihak yang bukan petani. Salah satu hal yang paling memukul petani adalah adanya transmisi harga produk pertanian yang tidak simetris. Penurunan harga di tingkat konsumen langsung ditransmisikan dengan cepat dan sempurna ke petani. Namun, kenaikan harga ditransmisikan secara lambat dan tidak sempurna ke petani.

Hal ini disebabkan oleh informasi yang diperlukan oleh petani untuk meningkatkan kesejahteraan mereka masih sangat tergantung kepada pengusaha-pengusaha bermodal dan berpengetahuan memadai; tengkulak yang senang mempermainkan harga; dan pihak lainnya yang ingin mengambil keuntungan sepihak sehingga taraf hidup para petani tidak pernah beranjak. Program-program yang digalakkan pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), Program Nasiobal Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) mandiri, dan Millennium Development Goals (MDGs) tidak akan memberikan hasil yang maksimal jika rantai informasi masih terlalu panjang.

Arah Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Dalam Buku Putih Kementrian Riset dan Treknologi tahun 2006 disebutkan harapan-harapan yang ingin dicapai dalam penelitian dan pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia, yaitu (1) Meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan rakyat, (2) Meningkatkan daya saing bangsa, (3) Memperkuat persatuan dan kesatuan nasional, ( 4) Mewujudkan pemerintahan yang transparan, (5) Meningkatkan jatidiri bangsa di tingkat internasional. Dari kelima hal tersebut, penelitian dan pengembangan TIK diharapkan lebih melihat user needs (kebutuhan pengguna atau stakeholder) serta lebih membumi dan memprioritaskan penelitian ke arah mencari solusi kebutuhan riil masyarakat.

Teknologi Informasi dan Komunikasi harus mampu menjawab kepentingan empat stakeholder, yaitu (1) Masyarakat dan publik, untuk menuju masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge based society) dan layanan elektronik (e-Service), (2) Pemerintah, untuk menuju e-Government dan membentuk pemerintah yang bersih dan transparan, (3) Industri, untuk menuju industri TIK tingkat global dan berdaya saing tinggi, (4) Lembaga Iptek, untuk menuju lembaga riset ilmu pengetahuan dan teknologi yang bisa bersaing di kancah internasional. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka dibuatlah prioritas-prioritas. Dalam lima prioritas utama yang masing-masing memiliki bidang garapan seperti di bawah ini :

  • Infrastruktur Informasi : jaringan informasi dan telekomunikasi, information exchange, digital broadcasting, perangkat keras komputer dan device pendukungnya, community access point.
  • Perangkat Lunak : sistem operasi, sistem aplikasi, bahasa pemrograman dan development tool, opensource, simulasi dan komputasi.
  • Kandungan (content) Informasi : repository dan information sharing, creative digital, data security, dan e-Service.
  • Pengembangan SDM dan Kelembagaan : edukasi dan research center, sertifikasi dan kurikulum TIK, pengembangan software house lokals, inkubator bisnis dan competence center, pengembangan ICT park.
  • Regulasi dan standardisasi : regulasi konvergensi TIK, pengembangan sistem insentif, standardisasi peralatan TIK, universal service obligation (USO).

Kondisi Riil Infrastuktur TIK dan Fasilitas Akses Informasi

Kondisi riil infrastruktur TIK sebenarnya sudah cukup memadai, dimana jaringan telekomunikasi selular yang telah menjangkau sebagian besar wilayah Indonesia. Provider selular skala besar sudah mencapai daerah terpencil dalam beberapa tahun terakhir. Kapasitas jaringan terus menerus diperbesar seiring bertambahnya konsumen. Kemudian teknologi internet sudah bisa diakses dari telepon selular walaupun kecepetan akses masih menjadi masalah;  Sebaran dan pertukatran informasi sudah cukup terasa namun belum merata belum merata sampai ke wilayah terpencil yang umumnya menjadi rumah bagi sebagian besar petani Indonesia. Hal yang sedang hangat sekarang adalah situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, dll. Fenomena ini sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dai kehidupan masyarakat perkotaan dan sebagian masyarakat di desa. Fungsi Facebook dan Twitter saat ini mencakup aktivitas sehari-hari, promosi bisnis skala terbatas sesama anggota dalam jejaring, dan belakangan difungsikan untuk sistem informasi beberapa instansi pemerintahan.

Peran Teknologi Informasi Belum Mampu Mengangkat Kesejahteraan Masyarakat Miskin

Dari kondisi riil yang ada kita dapat melihat bahwa perkembangan infrastuktur dan content TIK yang cukup pesat di perkotaan dan sebagian desa ternyata belum memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat. Fakta yang ditampilkan di awal menunjukkan bahwa rakyat miskin sampai sekarang masih belum beranjak dari keadaannya. Teknologi informasi belum mampu mengangkat kesejahteraan rakyat miskin. Di satu sisi kita menyaksikan euforia cepatnya perkembangan teknologi informasi dalam keseharian kita. Yang berpengetahuan dan memiliki peluang dan modal akan semakin cepat menjadi kaya berkat teknologi informasi ini, sementara masyarakat yang miskin terus menerus berkutat dengan kemiskinannya. Ironis sekali memang, namun itulah realita yang ada di tengah masyarakat.

Perlu dukungan dana/keuangan, teknologi, dan pendampingan sehingga para petani dapat lebih mandiri. Dukungan dana sedang dijalankan melalui program-program pemerintah yang disebutkan di atas. Dukungan teknologi pertanian, termasuk teknologi informasi dan komunikasi sangat diperlukan untuk mempercepat kemandirian masyarakat akan akases informasi pertanian dan segala hal terkait di dalamnya.

Advertisements
Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: